Satu Keluarga Desa Siatas Masuk Islam di Aceh Singkil

Redaksi 05 Oktober 2021 | 12:28 24
Satu Keluarga Desa Siatas Masuk Islam di Aceh Singkil

Ist

ACEH SINGKIL | Koranindependen.co -- ​​​​Satu Keluarga di desa Siatas, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di masjid Al-Huda,, Senin (4/10/2021).

Pada awalnya satu keluarga ini sering bersilaturrahim dengan saudaranya yang beragama Islam, mereka tertarik ajaran Islam. selanjutnya mereka mendatangi Tgk Tasdi selaku Dai Perbatasan di desa Siatas untuk minta arahan apa yang menjadi syarat masuk Islam, beliaupun menjelaskannya dengan lembut.

Kemudian Tgk Tasdi Koordinasi dengan kepala desa, pengurus syarak dan masyarakat setempat. Akhirnya muncul sebuah kesepakatan untuk memberikan sedekah terbaik kepada yang mau masuk Islam tersebut. masyarakat setempat dan sebagaian lagi masyarakat Lipat Kajang sangat antusias dalam membantu mereka. 

Pensyahadatan satu keluarga terdiri dari seorang ibu dan tiga orang anak itu, dipandu oleh Tgk. Wage Suprayetno S.Pd.I dari Kantor Urusan Agama Simpang Kanan dan di dampingi oleh Tgk.  Tasdi MH selaku Da’i Perbatasan Aceh yang ditugaskan di desa Siatas.

Setelah resmi pindah agama dari Kristen masuk Islam keempatnya berganti nama, Tiorisma Hutahuruk berganti nama jadi Nurhalimah Hutahuruk, Indro Banurea diberi nama Muhammad Yusuf Banurea, Miko Banurea diberi nama Muhammad Yunus Banurea dan Lina Banurea diberi nama Nur ‘Aisyah Banurea. 

Nama Nurhalimah dan Nur ‘Aisya diberi oleh Kepala Desa Siatas,  nama Muhamma Yusuf, dan Muhammad Yunus diberikan oleh Tgk Tasdi. Acara  pensyahadatan turut disaksikan oleh pihak KUA Kecamatan Simpang Kanan, Kepala desa dan Dai Perbatasan Aceh, para donatur serta warga setempat. 

Setelah acara pensyahadatan, Tgk tasdi memberikan arahan kepada keluarga ibu Nurhalimah yang baru saja menjadi muallaf agar tetap teguh dalam keyakinan yang baru sampai akhir hayat nantinya. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat yang hadir agar saling peduli dan memperhatikan keluarga Ibu Nurhalimah. Tutur Tgk Tasdi. (Khairuddin)