Kesbangpol Pidie Jaya Gelar Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan

Redaksi 30 Juni 2020 | 11:04 68
Kesbangpol Pidie Jaya Gelar Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan

Dok MK

Pidie Jaya, Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Sesuai semboyang Bhineka Tunggal Ika, maka meskipun memiliki keragaman budaya, Indonesia tetap satu. begitu pula di Aceh.

Keragaman yang ada di Indonesia adalah kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia. Untuk itu pemerintah akan terus mendorong keberagaman tersebut menjadi suatu kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju Indonesia yang lebih baik.

Untuk tahun 2020 ini Kegiatan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Pidie Jaya dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Pidie Jaya. Yang dihadiri dan diberi kata sambutan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pidie Jaya, Agussalim sekaligus membuka secara kegiatan itu, Senin, 29/06.

Peserta kegiatan FPK tahun ini, sebagian besar dari anggota FPK kabupaten Pidie Jaya.

Dalam Sambutannya, Kepala Badan Kesatuan bangsa dan Politik Pidie Jaya menyampaikan beberapa pesan kepada para peserta;

  1. Agar mempergunakan kegiatan Forum Pembauran Kebangsaan ini sebagai wadah komunikasi untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada dalam upaya membangun kerja sama dalam kehidupan masyarakat yang multikultur;
  2. Membangun sinergitas antar anggota Forum Pembauran Kebangsaan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam melaksanakan program/kegiatan yang telah dicanangkan; 
  3. Menciptakan iklim yang kondusif yang memungkinkan adanya perubahan sikap dan prilaku warga masyarakat agar menerima keberagaman;
  4. Menjaring aspirasi masyarakat sebagai bahan masukan dalam merancang program-program pembauran ke depan. 

Harus disadari Pembauran kebangsaan merupakan komitmen bangsa dalam mengukuhkan semangat kebhinnekaan agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.

Pembauran kebangsaan menjadi amat penting, karena disadari mulai melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa yang ditandai dengan mudahnya masyarakat terprovokasi dan termakan isu-isu yang menyesatkan yang dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara.

Munculnya konflik di berbagai daerah yang sering dikemas sebagai isu SARA, menandakan betapa rentannya kita sebagai bangsa yang majemuk. Hal ini mengingat, kebhinnekaan disamping sebagai modal pembangunan bangsa, juga sekaligus memendam potensi konflik.

Oleh karena itu, pembauran kebangsaan harus terus digelorakan dan diperjuangkan secara sungguh-sungguh, sehingga dapat menekan konflik yang terjadi. (MK)