FPI dan LPI Gelar Takbir Idul Adha 1441 Keliling Kota Bireuen

Redaksi 01 Agustus 2020 | 08:08 78
FPI dan LPI Gelar Takbir Idul Adha 1441 Keliling Kota Bireuen

Dok Yus

Bireuen l terkaiat himbauan prokopimda bireuen tentang mentiadakan pawai takbiran keliling dikabupaten bireuen dengan alasan menegah covid 19,ratusan fpi/lpi bireuen malam ini berhasil melakukan pawai takbir keliling di dua tempat yaitu kota matang geulumpang dua dan pusat kota bireuen. 

Iskandar selaku Panglima Laskar Pembela islam(LPI/FPI) Bireuen dan juga sebagai koordinator pawai takbiran keliling mengatakan, bahwa kita tidak boleh membiarkan atau diam saja disaat ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang melarang pawai takbiran keliling yang sebagaimana biasanya kita lakukan di setiap lebaran tiba ditiadakan oleh pihak pemerintah, karna itu adalah syiar-syiar islam yang harus kita besarkan di saat hari besar islam.

"Kami dari FPI/LPI Bireuen tidak akan diam disaat pawai takbiran keliling ditiadakan di kabupaten Bireuen oleh pemerintah setempat,

Kami akan lawan kebijakan tersebut, dan saya sebagai panglima lpi bireuen menurunkan laskar LPI/FPI sebanyak-banyaknya untuk melakukan takbiran keliling di kabupaten Bireuen ini seperti yang telah kami lakukan malam ini walaupun ada sedikit ketegangan antara pihak keamanan dengan kami peserta pawai takbiran keliling

Karena ingin menghalagi kami disaat kami ingin masuk ke pusat kota,tapi dengan pertolongan dari Allah kami bisa juga masuk mengelilingi seputaran pusat kota bireuen untuk menyuarakan gema takbiran." Ujar Tuih dengan tegas. 

Lanjutnya, karena apa yang kami lakukan malam ini demi kebesaran islam, demi mensyiarkan simbol-simbol islam, disaat hari-hari besar islam tiba. 

"Jadi jangan gara-gara corona, syiar-syiar islam mau dihilangkan atau mau dikorban kan oleh kebijakan bodoh pemerintah tersebut,

apalagi saya melihat selama ini hanya khusus terhadap agama yg selalu disangkut pautkan terhadap virus covid19, seakan-akan virus corona itu hanya menyerang orang-orang yang dekat dengan agama, dan orang beribadah,

Sedangkan ditempat keramaian lain seperti orang-orang  yg nongkrong dicafe, mall,dan tempat-tempat wisata seakan itu sudah aman-aman saja dan tidak terkena corona.

Masih kata Tuih, seharus nya pemerintah harus sadar bahwa dengan ada nya pawai takbiran keliling, insya allah semua wabah penyakit akan hilang dikabupaten Bireuen,

Karena kita selalu membesarkar-besarkan agama allah dan menjalankan syariatnya, sehingga Allah menyayangi kabupaten kita bahkan menurunkan rahmatnya Allah.,

"Jadi pemerintah jangan malah melarang mentiadakan kegiatan pawai takbiran keliling, dengan alasan corona yg tidak jelas,

Dan alhamdulillah dengan pertolongan dari Allah dikabupaten bireuen, sampai hari ini tidak ada satu pun warga yg meninggal gara-gara virus corona." kata Tuih. 

Maka dari itu kami dari LPI/PFI Bireuen mengingatkan kepada pemerintah bireuen agar hati-hati dalam mengambil kebijakan apalagi menyangkut dengan agama atau syariat islam,

Jangan sampai nanti tanpa kita sadari sedikit demi sedikit ideologi komunis bisa masuk kepemerintahan, sehingga sangat mudah menghancurkan agama islam di kalangan kita yg mayoritas islam apalagi kita di Aceh yg sudah dikenal oleh dunia lain bahwa islam kita kuat diaceh.

Jadi jangan gara-gara alasan corona keislaman kita hancur gara-gara kebijakan pemerintah kita sendiri, dan malah akan terjadi pro kontra antara pemerintah dengan kami FPI/LPI Bireuen. Tutup iskandar yang sering disapa tuih tersebut. (Yus)