Amrina Habibi Ajak Peserta KLA Aceh Tengah & Bener Meriah Komitmen Dengan Program Kota Layak Anak

Redaksi 31 Maret 2021 | 15:30 17
Amrina Habibi Ajak Peserta KLA Aceh Tengah & Bener Meriah Komitmen Dengan Program Kota Layak Anak

Foto : Diana Seprika

Banda Aceh - Kabid Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh sebagai Event Organizer pelaksanaan kegiatan Pelatihan Konvensi Hak Anak di selenggarakan di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, 30 s/d 31 Maret 2021. Kegiatan ini mengangkat tema : Melalui Pelatihan KHA kita harapkan menguatnya kelembagaan dan peran para pihak dalam upaya mewujudkan kota layak anak

Salah satu Narasumber , Amrina Habibi, SH, MH menyampaikan bawah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hak Anak sejak 5 September 1990. Hal ini merupakan komitmen Indonesia dalam menghormati dan memenuhi hak anak. Komitmen ini tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 B (2), dan operasionalnya pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Untuk mentransformasikan hak anak ke dalam proses pembangunan, pemerintah mengembangkan kebijakan Kota Layak Anak.

Ditambahkan Amrina, Kota Layak Anak merupakan istilah yang diperkenalkan pertama kali oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan tahun 2005 melalui Kebijakan Kota Layak Anak. Karena alasan untuk mengakomodasi pemerintahan kabupaten, belakangan istilah Kota Layak Anak menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak dan kemudian disingkat menjadi KLA. Dalam Kebijakan tersebut digambarkan bahwa KLA merupakan upaya pemerintahan kabupaten/kota untuk mempercepat implementasi Konvensi Hak Anak (KHA) dari kerangka hukum ke dalam definisi, strategi, dan intervensi pembangunan seperti kebijakan, institusi, dan program yang layak anak.

"kadang-kadang kedua istilah ini dipakai dalam arti yang sama oleh beberapa ahli dan pejabat dalam menjelaskan pentingnya percepatan implementasi Konvensi Hak Anak ke dalam pembangunan sebagai langkah awal untuk memberikan yang terbaik bagi kepentingan anak, untuk Aceh mari bersama kita tingkatkan komitmen bersama, dimulai dari diri sendiri, lingkungan & Masyarakat" , ucap Amrina

Adapun materi yang di bahas dalam Pelatihan ini diantaranya terkait Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Pemenuhan Hak anak & Perlindungan Khusus Anak,  Peran & Fungsi Legislatif untuk memperkuat pemenuhan Hak Anak & Perlindungan Perempuan, Kelembagaan KLA, Perspektif Islam & Budaya dalam Pemenuhan Hak anak, Peran PKK dan Organisasi kemasyarakatan dalam mewujudkan Provila, Strategi Komunikasi dan penyadaran Publik untuk pengembangan KLA.

Sebanyak 41 peserta dari Perwakilan Aceh Tengah & Bener Meriah berasal dari beberapa stakeholder yang berada di dua Kabupaten tersebut. (Diana Seprika)