Nuraini Mustafa, Janda Miskin Penderita Infeksi Paru, Hidup Terpisah Dengan Anaknya

Redaksi 11 Juni 2021 | 13:35 25
Nuraini Mustafa, Janda Miskin Penderita Infeksi Paru, Hidup Terpisah Dengan Anaknya

Foto : Istimewa

ACEH UTARA | Koranindependen.co -- Nuraini Mustafa (33) Janda miskin asal Gampong Keude Kruenggeukueh - Dewantara, penderita infeksi paru dan saat ini menetap di Gampong Paya Gaboh, Kecamatan Sawang. Saat kami temui, Nuraini  bersama anak perempuannya, Hayatun Asniar (15) menempati rumah yang sangat sederhana, di atas tanah milik saudaranya di Gampong Paya Gaboh - Sawang, Kamis (10/06/21).

 

Menurut Nurdin, Kepala Dusun  Tengoh, Paya Gaboh, Nuraini menetap disana beberapa bulan yang lalu, di bekas rumah milik saudaranya yang sudah merantau ke Aceh Tengah.

"Nuraini adalah warga Gampong Keude Kruenggeukueh secara data kependudukan yang dia miliki, Namun disini (Payah Gaboh) adalah kampung asalnya, maka dia kembali ke Paya Gaboh, Sebut Nurdin.

"Kami pernah merujuk Nuraini ke RSU Cut Meutia Lhokseumawe, akibat sakit infeksi paru yang dia alami, namun karena belum juga sembuh dan kurangnya biaya kebutuhan selama perawatan, Nuraini berinisiatif untuk pulang dan menetap di Payah Gaboh, ungkap Nurdin.

Sementara itu, Geuchik Keude Kruenggeukueh, menjelaskan bahwa, Nuraini adalah warganya yang tinggal di Dusun Bate Timoh, tepatnya di kawasan tanah Wakaf Masjid Besar Bujang Salim, ucapnya.

"Sejak mendengar info bahwa Nuraini sakit, kami telah berupaya menemuinya, bahkan mencarinya sampai ke rumah sakit, namun Nuraini telah tidak berada dalam perawatan medis, sementara dirumahnya hanya ada seorang anak laki-laki sulungnya Rahmat Kurniawan (19) yang sehari - hari bekerja membantu pedagang sayur di pasar Kruenggeukueh, jelas Geuchik Ardi.

"Kami baru mengetahui bahwa Nuraini menetap bersama salah satu anaknya yang lain di Paya Gaboh, maka kami juga akan berupaya menghubungi warga kami tersebut dalam waktu dekat ini dan Nuraini juga tercatat sebagai warga miskin yang kerap mendapat bantuan dari Gampong," tutupnya.

Selain anak perempuan yang bersamanya di Paya Gaboh dan putra sulungnya yang berada dirumahnya di Keude Kruenggeukueh, Nuraini punya dua orang anak lagi yang bernama Siti Ansyah (11) dan Muhammad Zaki (9) yang saat ini diasuh ibu dari almarhum suaminya di dusun Beringin - Keude Kruenggeukueh.

Putra Sulung Nuraini (Rahmat) hanya tamatan sekolah dasar dan kini putus sekolah, sedangkan putri yang bersamanya Hayatun Asniar, tamatan MTsN yang mau masuk ke dayah, namun kurang biaya dan harus merawat sang ibu yang sakit, Sementara dua anak lainya diasuh dan disekolahkan neneknya.

Semoga kedepan akan ada pihak yang berkemampuan, baik pihak swasta maupun pemerintahan yang sudi membantu proses pengobatan penyakit Nuraini dan juga membantu perekonomian keluarga miskin yang mempunyai empat anak yatim, harap  Nurdin dan Ardi Ilyas. (Marzuki).