Pustaka SMAN 1 Meureudu 'Kemasukan' SLIMS

Redaksi 16 Juli 2021 | 12:17 17
Pustaka SMAN 1 Meureudu 'Kemasukan' SLIMS

Ist

PIDIE JAYA | Koranindependen.co -- Tenaga kepustakaan SMAN 1 Meureudu dilatih tenaga ahli dari IAIN Lhokseumawe mengelola aplikasi SLiMS, Rabu dan Kamis, 14-15 Juli 2021, di Lab.
Komputer sekolah.

SLiMS (Senayan Library Management System) adalah sistem automasi perpustakaan sumber terbuka (open source) berbasis web yang pertama kali dikembangkan dan digunakan oleh Perpustakaan Kemendikbud. Aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan koleksi tercetak dan terekam yang ada di perpustakaan.

"Sama seperti di Gramedia. Jadi pengunjung tinggal mengakses lewat aplikasi tersebut apa saja buku-buku yang dijual di Gramedia tanpa harus keliling ke seluruh penjuru gedung," jelas Mustafa, ramah.

Menurut akademisi IAIN Lhokseumawe tersebut, aplikasi SLIMS juga berfungsi untuk membuka wawasan anak-anak akan kemajuan teknologi perbukuan. Hal ini diiyakan Cut Aja Mastura, Juliyanti dan beberapa tenaga perpustakaan sekolah tersebut.

"Iyalah. Dengan adanya teknologi semacam ini para siswa lebih asyik lagi untuk berkunjung ke pustaka. Karena bukan hanya bisa baca buku secara manual, tapi juga bisa secara daring," papar Mastura.

Amatan penulis kabar, Mus -- demikian laki-laki itu disapa -- menampilkan aplikasi tersebut lewat infocus ke papan putih di depan ruang lab., lalu dengan tampilan lebih jelas tersebut, laki-laki berwajah ramah itu menunjukkan tiap-tiap fitur kepada peserta pelatihan.

Di samping melatih tenaga kepustakaan untuk lebih profesional, Mus juga membantu membuatkan website sekolah. Web sekolah tersebut nantinya membantu para guru dan siswa berkreasi dan menunjukkan apa saja yang dimiliki sekolah.

"Kalau ada kegiatan, berita dan foto-foto kegiatan bisa dipajang di sana. Terus juga pengumuman apa misalnya. Terus karya guru dan karya siswa. Termasuk profil kepala sekolah dan para guru, bisa ditampilkan di sana."

Dihubungi via seluler, Kepala Sekolah SMAN 1 Meureudu Husna, M.Pd., dengan kalem dan tawa kecil menyampaikan bahwa itulah upaya kecil sekolah dari sekian-sekian upaya kecil yang lain untuk menghidupkan ruh sekolah.

"Di era globalisasi, hal-hal yang berbasis digital akan merambah ke semua lini kehidupan. Konon lagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, mau tidak mau, perpustakaan sekolah seyogyanya juga harus diupayakan mengikuti trend yang ada sekarang yakni berbasis online," ungkap kepala sekolah ramah senyum tersebut. (Edi)