Tuntutan Rasulullah Saat Wabah Penyakit Datang

Redaksi 22 Mei 2020 | 22:35 44
Tuntutan Rasulullah Saat Wabah Penyakit Datang

Nadya Rezeki

Oleh NADYA REZEKI
Mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN AR-RANIRY Banda Aceh

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda : “Tha’un (wabah penyakit menular ) adalah suatu peringatan dari Allah subhanahu wata’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Di tengah pandemi corona seperti ini dianjurkan untuk tetap stay at home, bukan untuk bepergian karna pemerintah sendiri sudah menerapkan peraturan tersebut agar dapat memutuskan rantai covid-19 menyebarluar, namun masih ada juga orang yang mengegokan diri untuk tetap bepergian,

bahkan mudikmasa yang sekarang kita hadapi sungguh pernah terjadi pula di masa Rasulullah sawyang beliau juga pernah menganjurkan kita supaya tetap di satu wilayah saja, hingga virus itu berakhir. Karantina juga merupakan ajaran yang ada sejak zaman nabi. 

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda ; “ jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika klaian berada di dareah itu janganlah kalian keluar untuk lari drainya. (H.R. Buklhari dan Muslim).

Sebaiknya kita harus menanamkan sikap “berbaik sangka dan berikhtiar kepada Allah “dalam diri kita yang mana kita sebagai orang muslim punya satu keyakinan percaya bahwa Allah akan selalu bersama hamba-Nya dan akan terus melindungi hamba-Nya dalam segala hal.

Hidup dan mati memang ada ditangan Allah namun kita sebagai manusia harus berusaha semampu kita untuk dapat menghadapinya. Sebagai mana Allah berfirman dalam kitab-Nya bahwa “Allah tidak akan menguji hamba-Nya diluar kesanggupannya”.

Sebesar apapun cobaan yang tengah kita hadapi saat ini merupakan sedikit dari ujian yang Allah titipkan kepada kita. Allah menguji hamba-Nya supaya kita terus mengingat Allah dalam segala keadaan. 

Maka dari itu Rasulullah saw. Memberikan anjuran kepada umatnya ketika wabah penyakit datang maka ada hal harus kita lakukan yakni :

1. Tidak keluar rumah
Kalimat menahan diri di rumah merupakan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Ketika merebak wabah  penyakit. Karena berada dirumah saja merupakan salah satu metode memutuskan penyebarancovid-19.

Dikarenakan jika kerumunan masyarakat tidak dibatasi, maka penyebaran virus corona akan merajalela. Stay at home adalah pembatasan pergerakan berskala kecil dalam lingkup keluarga namun efektif dalam meminimalisir penyebaran covid-19.

2. Sabar
Sabar serta mengharapkan ridha Allah merupakan sunnah atau tuntutan nabi Muhammad saw saat menahan diri dirumah. Sabar dalam arti menahan diri untuk tidak keluar dari wilayah yang terkena wabah sampai akhir pandemi covi-19. Semata-mata mengharap ridha Allah serta meyakini bahwa wabah tersebut adalah suratan taqdir Allah swt.

Tanpa mengeluh dan putus asa. Oran yang bertahan dirumah saat wabah maka mnedapat pahala syahid walaupun ia tidak sampai meninggal dunia. Seraya berbaik sangka keada Allah tidak meninggalkan ikhtiar lahir maupun batin, dan kemudian bersabar serta bertawakkal kepada-Nya. 

3. Meningkatkan ibadah
Hendaklah kita meningkatkan kualitas ibadah dan selalu berdoa memohon kepada Allah swt agar pandemicovid-19 segera lenyap dari indonesia.

Rumah dijadikan sebagai sentral ibadah saat wabah, dimana segala rangkaian ibadah dapat dilakukan secara perorangan atau berjamaah bersama anggota inti keluarga dirumah. Semoga!