Pemkab Aceh Tamiang Latih Kemandirian Disabilitas 

Redaksi 13 Agustus 2020 | 11:01 30
Pemkab Aceh Tamiang Latih Kemandirian Disabilitas 

Dok Dedi

Pemkab Aceh Tamiang menyampaikan dukungan terhadap program PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field dalam mengembangkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan berbasis kompetensi diikuti oleh kelompok disabilitas di tengah pandemi COVID-19.

"Saya berharap, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian bagi masyarakat, khususnya bagi angkatan kerja disabilitas. Hal tersebut tentunya dapat berimbas pada pengurangan angka pengangguran di Bumi Muda Sedia," ujar Bupati Mursil. Kamis, 13/08.

Pelatihan kompetensi instabilitas tersebut bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Tamiang, Skill Development Center (SDC), Balai Latihan Kerja Banda Aceh, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Boemi, dan PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field.

Ia mengatakan, dampak COVID-19 hingga kini masih sangat dirasakan bagi sebagian besar masyarakat di seluruh dunia, tidak terkecuali di kabupaten paling timur provinsi paling barat Indonesia ini. 

Namun, lanjutnya, di tengah kondisi tersebut tidak menyurutkan niat PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field dalam menjalankan komitmen memberikan nilai tambah bagi stakeholders atau pemangku kepentingan di wilayah operasional perusahaan, yang kali ini diikuti oleh kelompok masyarakat penyandang disabilitas berasal dari beberapa kecamatan di Aceh Tamiang.

Mursil menyebut, bahwa program itu merupakan bentuk kepedulian, dan sinergitas beberapa pihak untuk mencari solusi dari permasalahan dampak COVID-19 yang sedang dihadapi.

"Saya juga mengapresiasi seluruh pihak, baik dari BLK Provinsi, SDC, LSM, dan tentunya Pertamina akan kegiatan ini. Karena ini menunjukkan tujuan kita sama dan satu, yaitu untuk menjadikan masyarakat Aceh Tamiang menjadi berdikari," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu kunci pertumbuhan kemandirian. "Selain itu dengan pembinaan yang berkualitas, maka dapat menumbuhkan potensi yang dimiliki," terang Mursil.

Rantau Field Manager, Totok Parafianto menyampaikan hal senada bahwa program ini merupakan wujud komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

"Melalui pembinaan dan pelatihan perbengkelan otomotif bagi kelompok penyandang disabilitas, perusahaan berharap dapat menjadikan agenda ini sebagai wadah para peserta untuk belajar dan menyerap ilmu dengan baik, sehingga lambat laun dapat meningkatkan perekonomian keluarganya," terang Totok. (Dedi)