Peringati 15 Tahun Damai, Pemerintah Aceh dan BRA Rayakan dengan Touring Moge, Ini Kata Aktivis IMM Banda Aceh

Redaksi 13 Agustus 2020 | 21:47 81
Peringati 15 Tahun Damai, Pemerintah Aceh dan BRA Rayakan dengan Touring Moge, Ini Kata Aktivis IMM Banda Aceh

Budiawan

Banda Aceh- Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Banda Aceh, IMMawan Budiawan menyampaikan, ditengah merebaknya wabah Covid-19 yang tidak tau kapan berakhirnya, ditengah wabah Ini tiba- tiba pemerintah Aceh mengadakan perayaan Hari Damai Aceh dengan Touring motor gede (Moge).

Hal ini sangat melukai Hati rakyat Aceh karena perayaaan atau peringatan itu telah menghabiskan biaya anggaran berjumlah Rp.305.663.796,-. 

Anggaran yang digelontorkan untuk acara atau peringatan ini tidak sedikit, dan kebermanfaatan acara ini di nilai tidak bermanfaat.

Budiawan yang juga selaku Koordinator Komisariat IMM UNMUHA, menjelaskan Hal ini sangat membuat perjuangan rakyat Aceh semasa Konflik sia sia dan hati rakyat Aceh terluka dengan acara yang dilaksanakan Pemerintah Aceh dan BRA yang membuat Touring Moge tidak Ada manfaat sama sekali,

Seharusnya Pemerintah Aceh lebih fokus memikirkan Dan mengejawantahkan butir butir MoU Helsinki yang sampai sekarang belum ada implementasi dari Pemerintah Aceh terkait hal hal yang sakral.

"Tugas Pemerintah Seharusnya dengan memperingati 15 Tahun Perdamaian Aceh harus betul-betul memikirkan dan melihat korban konflik dan juga masih banyak Kombatan Yang tidak terpenuhi haknya.

Bukan hanya membuang dana dengan seenaknya kalian.," Ujar Budiawan kepada Koranindependen.co. Rabu (13/8/20).

Ia melanjutkan, untuk kita ketahui bersama bahwa Butir-butir MoU Helsinki sampai saat ini belum terimplementasi kan dengan maksimal dan sebenarnya, masih banyak yang harus dilakukan Pemerintah Aceh terkait Butir MoU helsinki. Maka dengan itu, kami mohon jangan jadikan ini seperti ajang proyek diakhir jabatan

"Kami Berharap kepada yang terhormat Bapak PLT Gubernur Aceh Bapak Nova Iriansyah yang selaku pemangku kebijakan pemerintah Aceh saat ini,

Kami minta untuk membatalkan kegiatan tersebut dan kami mohon anggaran dan biaya yang di keluarkan untuk acara itu di alihkan ataupun dipergunakan dengan akal sehat bukan untuk hura-hura" tutup Budiawan yang juga selaku mahasiswa UNMUHA Banda Aceh. (Ade F)